Monday, February 26, 2018

Instalasi MongoDB

Mari kita mulai dengan cara menginstall MongoDB ver 3 dan RoboMongo di operating system Windows (7/8/10). RoboMongo adalah “PHPMyAdmin”-nya MongoDB, ia digunakan untuk memudahkan proses managemen database di MongoDB. Instalasi MongoDB relatif mudah, namun ada beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan. Berikut langkah-langkah dan catatan kecil saya ketika menginstal MongoDB di Windows (Instalasi & implementasi di Linux sebenarnya lebih mudah :) ).
  1. Download versi terakhir MongoDB di link berikut (LINK), dan RoboMongo di Link ini (LINK).
    Catatan: Jangan salah pilih versi 32bit/64bit. Jika komputer yang digunakan 64bit, sebaiknya unduh yang versi 64bit, versi 32 bit memiliki banyak keterbatasan yang tidak sesuai untuk data yang besar.
  2. TIPS: Saat instalasi pilih “Custom”. Lewat pilihan Custom akan ada pilihan ke folder mana MongoDB akan di-install. Saya pribadi lebih menyukai program-program terpenting di install ke root (misal C:\MongoDB).
  3. Siapkan 3 buah folder lain: datadbdan logMisal “D:\MongoDB\log\”, “D:\MongoDB\data\”, dan “D:\MongoDB\data\db\”. Catatan: Folder data dan logdapat diletakkan dimana saja, defaultnya adalah “C:\data\db”.  Usahakan untuk meletakkan folder ini di drive dengan space terbanyak (Untuk production/profesional Sebaiknya drive khusus database – NAS).
  4. Tambahkan "C:\MongoDB\Server\3.0\bin" di Path anda [optional].
  5. Install MongoDB sebagai Service: Buka NotePad atau sembarang simple text editor lain. lalu ketikkan perintah-perintah berikut dan save sebagai “mongo.bat”. Sesuaikan dengan Letak data dan Log yang sudah ditetapkan di langkah ke [3]. Atau silahkan unduh filenya DISINI (Karena filenya ".bat" maka browser akan memberikan warning, jangan hawatir filenya hanya berisi perintah -perintah dibawah. If not sure, silahkan buka dengan NotePad untuk memastikan). Jalankan mongo.bat lewat Command Prompt sebagai administrator (Klik kanan icon command prompt lalu pilih run as administrator). “CD”/pindah ke directory dimana mongo.bat tersimpan, lalu jalankan filenya dengan mengetikan “mongo.bat” lalu tekan enter (eksekusi). ==> Yakinkan tidak ada pesan Error. Proses ini hanya dijalankan satu kali saja, tidak perlu dilakukan setiap komputer dinyalakan.
    echo logpath=D:\MongoDB\log\mongo.log
    C:\MongoDB\mongod.cfg
    C:\MongoDB\Server\3.0\bin\mongod.exe--dbpath D:\MongoDB\data\db --config C:\MongoDB\mongod.cfg --install
    net start MongoDB
  6. Instalasi RoboMongo sangat sederhana, jadi tidak perlu dibahas. Namun, apabila ada kendala silahkan komen dibawah.
  7. Restart [Just to make sure :)]
Cek Koneksi MongoDB:Setelah seluruh langkah diatas dilakukan, ada 2 cara memverifikasi apakah MongoDB telah terinstal dengan baik: [1]. Tombol Windows +R==>”Services.Msc”==> Cek di list service: “mongoDB”, atau [2]. Command Prompt==> “mongo” ==> enter, atau melalui RoboMongo seperti yang akan dijelaskan dibawah ini:
  1. Jalankan (run/eksekusi) RoboMongo.
  2. Pada tampilan awal klik “create
  3. Namakan koneksinya sesuai selera :) … misal “Koneksi_default
  4. Defaultnya MongoDB dapat diakses lewat localhost dengan port 27017, jadi kalau sebelumnya tidak melakukan customize saat instalasi, jangan rubah nilai-nilai ini.
  5. Tekan “save” lalu double click koneksi yang baru saja dibuat.
  6. Jika berhasil akan nampak tampilan ‘seperti’ gambar dibawah.
    RoboMongo InterfaceBeberapa fungsi dasar juga saya jelaskan di gambar tersebut. Jika tidak berhasil silahkan cek kembali lankah-langkah diatas & ulangi sampai lebaran tahun depan (#kidding :p , komen saja dibawah dan pesan error yang muncul)

No comments:
Write comments